Langsung ke konten utama

URBANISASI

Pengertian Urbanisasi

Hasil gambar untuk urbanisasi
      Secara singkat, pengertian urbanisasi adalah perpindahan penduduk yang asalnya dari daerah perdesaan menuju ke wilayah perkotaan atau kota besar dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu.
      Pendapat lain mengatakan bahwa arti urbanisasi adalah pergeseran populasi dari daerah perdesaan menuju ke daerah perkotaan sehingga jumlah penduduk di perkotaan semakin tinggi.
Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan pendapat beberapa ahli tentang apa itu urbanisasi :

1. Ir. Triatno Yudo Harjoko

Menurut Ir. Triatno Yudo Harjoko, pengertian urbanisasi adalah suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non-urban menjadi urban.

2. J. H. de Goede

Menurut J. H. de Goede, pengertian urbanisasi adalah proses pertambahan penduduk pada suatu wilayah perkotaan (urban) ataupun proses transformasi suatu wilayah berkarakter perdesaan (rural) menjadi urban.

3. R. Bintarto

Menurut R. Bintarto, arti urbanisasi adalah suatu proses meningkatnya jumlah penduduk di kota. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan fertilitas penduduk kota maupun adanya pertambahan penduduk dari pedesaan.

4. Kingsley Davis

Menurut Kingsley Davis, pengertian urbanisasi adalah meningkatnya proporsi jumlah penduduk yang memusat di perkotaan.

5. Shogo Kayono

Menurut Shogo Kayono (Abbas, 2002), pengertian urbanisasi adalah perpindahan dan pemusatan penduduk secara nyata yang memberi dampak dalam hubungannya dengan masyarakat baru yang dilatar belakangi oleh faktor sosial, ekonomi, politik dan budaya.

6. S. Kantsebovskaya

Menurut S. Kantsebovskaya, pengertian urbanisasi adalah suatu proses atau gejala yang memiliki sifat multi-sektoral. Gejala ini ditinjau dari sebab dan akibat yang ditimbulkan.


Faktor Penyebab Urbanisasi

Urbanisasi tidak terjadi begitu saja tapi ada penyebabnya. Dalam hal ini, terdapat dua faktor penyebab urbanisasi, yaitu:

1. Faktor Pendorong dari Desa

  • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang sangat terbatas di desa.
  • Tingkat kesuburan tanah yang tidak baik atau bencana kekeringan yang merusak kesuburan tanah di desa.
  • Kehidupan yang monoton dan sulit berkembang di desa.
  • Upah kerja atau penghasilan di desa yang masih sangat rendah.
  • Fasilitas kehidupan di perdesaan tidak tersedia atau tidak memadai.
  • Adanya bencana alam di perdesaan yang merusak sumber kehidupan masyarakatnya. Misalnya kemarau panjang, wabah penyakit, banjir, dan lainnya.

2. Faktor Penarik dari Kota

  • Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja cenderung lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
  • Upah tenaga kerja di perkotaan jauh lebih tinggi.
  • Tersedianya berbagai fasilitas kehidupan yang sangat memadai. Misalnya; fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lainnya.
  • Kehidupan di kota yang lebih modern menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

Contoh Urbanisasi yang Terjadi di Indonesia

      Momentum yang paling memicu urbanisasi di Indonesia adalah hari raya, terutama pada hari raya idul fitri. Munculnya niat untuk pindah dari desa ke kota pasca hari raya umumnya sangat dipengaruhi oleh ajakan, kesalahan menerima informasi media massa, impian pribadi, dan terdesak kebutuhan ekonomi.
      Alasan utama yang menjadi pemicu meningkatnya urbanisasi pasca hari raya adalah keinginan untuk mengubah keadaan hidup menjadi lebih baik, dan pandangan masyarakat bahwa kehidupan masyarakat perkotaan lebih baik dari pada kehidupan masyarakat di perdesaan. Hal ini menyebabkan urbanisasi besar-besaran tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai serta kesalahan asumsi bahwa berpindah ke perkotaan akan memperbaiki kehidupan, sehingga terjadi peningkatan pengangguran, kriminalitas, dan masalah sosial di kota besar.

Dampak Urbanisasi

Urbanisasi memberikan dampak bagi daerah yang ditinggalkan maupun yang didatangi. Adapun beberapa dampak positif dan negatif dari urbanisasi adalah sebagai berikut:

1. Dampak Positif Urbanisasi

  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat perdesaan.
  • Membuat masyarakat desa semakin modern.
  • Meningkatknya kemampuan masyarakat perdesaan sehingga dapat mengimbangi masyarakat kota.
  • Meningkatnya kesejahteraan masyarakat perdesaan.
  • Terjalinnya kerjasama yang baik antara masyarakat di suatu daerah dengan masyarakat di daerah lain.
  • Terpenuhinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di perkotaan.
  • Roda perekonomian bergerak lebih baik.

2. Dampak Negatif Urbanisasi

  • Timbulnya masalah perumahan sempit yang tidak sesuai standar kesehatan.
  • Potensi timbulnya pengangguran di perkotaan semakin tinggi.
  • Munculnya lokasi pemukimanan yang tidak sehat dan rawan kriminalitas.
  • Jumlah tenaga kerja usia produktif di perdesaan akan menurun pesat.
  • Timbulnya masalah kemacetan yang semakin parah.
  • Semakin tingginya sampah di wilayah perkotaan

Hubungan Individu, Keluarga, Masyarakat, Dan Urbanisasi

      Kesimpulan yang saya dapat dari hubungan antara individu, keluarga, masyarakat dan urbanisasi adalah dimana suatu individu keluarga dan masyarakat tidak bisa hidup dalam tempat yang sama selamanya, maka dari itu mereka pasti akan melakukan urbanisasi untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena tidak selamanya tempat tinggal mereka mempunyai lapangan pekerjaan yang cukup seperti halnya yang ada di perkotaan.








SUMBER :
  • https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-urbanisasi-adalah.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
  • https://muktarsamuel7.wordpress.com/2015/10/06/individu-keluarga-masyarakat-dan-urbanisasi/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Jumlah Penduduk di Provinsi Jawa Barat

      Dengan jumlah total populasi sekitar 260 juta penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia. Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Meskipun demikian, lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh dua suku terbesar. Bagian ini membahas struktur dan cirikhas penduduk Indonesia.       Dua suku terbesar ini adalah Jawa (41 persen dari total populasi) dan suku Sunda (15 persen dari total populasi). Kedua suku ini berasal dari pulau Jawa, pulau dengan penduduk terbanyak di Indonesia yang mencakup sekitar enam puluh persen dari total populasi Indonesia. Jika digabungkan dengan pulau Sumatra, jumlahnya menjadi 80 persen total populasi. Ini adalah indikasi bahwa konsentrasi populasi terpenting berada di wilayah barat Indonesia. Propinsi paling padat adalah Jawa Barat (lebih dari 43 juta penduduk), sementara populasi paling lengang adalah propinsi ...

Review Sepatu Adidas Xplr Trainer

        Ketika Adidas pertama kali merilis sepatu ini, para konsumen sama-sama memperhatikan bahwa sepatu ini terlihat sangat mirip dengan sepatu Adidas tipe sebelumnya yaitu model NMD. Setelah memperhatikan harga yang lebih kecil dan kurangnya kemajuan teknologi yang terlihat dalam model barunya banyak orang mengatakan bahwa sepatu ini adalah "NMD orang miskin".         Namun, sepatu ini telah menjadi sangat populer di kalangan mereka yang menikmati gaya kasual merek dagang Adidas ini. Apakah mereka menggunakan Adidas Xplr untuk bekerja, bermain, atau untuk harian. Karena konsumen menyukai kenyamanan yang tahan lama yang diberikan dari sepatu Adidas Xplr ini. KELEBIHAN SOL LUAR       Perusahaan ini telah menggunakan sol karet sederhana untuk sol model Adidas Xplr mereka ini. Dan saya sendiri yang menggunakan sepatu ini solnya berasa cukup lembut dan sangat nyaman untuk dipakai harian maupun dipakai untuk berola...

Sertifikat Seminar

      Seminar di Universitas Negeri Jakarta tentang "Empowering Millennials with Digital Literacy Skills for Facing Industrial Revolution 4.0", pada tanggal 9 November 2019